Kelanjutan Sidang Joko Driyono

Kelanjutan Sidang Joko Driyono



liputan7upcash – Mantan Ketua Pelaksana PSSI, Joko Driyono, akan mengambil bagian dalam sesi kedua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (9/5), dengan jadwal untuk mendengarkan info saksi dan melihat bukti di persidangan. Kelanjutan Sesi Joko Driyono

Persidangan pertama dari masalah hukum hanya mendengarkan tuduhan umum dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Senin (6/5). Pada persidangan, Jokdri melalui tim pengacaranya mengatakan bahwa dia tidak keberatan dengan tuduhan yang dibacakan oleh Jaksa.
Tim pengacara Jokdri meminta Majelis Hakim untuk langsung membuktikan dengan membawa saksi untuk masalah tersebut. Dalam tuduhan itu, ada empat nama yang disebut sebagai saksi dalam masalah Kepolisian.

Mereka adalah Muhamad Mardani Mogot (pengemudi pribadi Joko Driyono), Mus Muliadi, Abdul Gofur alias Salim (kantor Office Boy PT. Liga yang tersisa) dan Strong Afiat, Direktur Penting Persija Jakarta. Keempatnya bisa hadir di persidangan untuk menjadi saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh salah satu Pengacara, Joko Driyono, Andru Bimaseta Siswodiharjo. Menurutnya saksi bukan dari kelompok PSSI, tetapi terkait dengan masalah Jokdri.
Kecuali Kuat, ketiga saksi tersebut pertama kali ditangkap oleh Satuan Tugas Antimafia Bola Polisi Nasional. Namun, ketiganya tidak ditahan karena dianggap kooperatif dengan penyelidik yang memegang kendali.

Dalam tuduhan yang dijelaskan oleh Kuat, itu adalah orang yang pertama kali mengatakan kepada Jokdri jika ruang Komisi Disiplin PSSI (Komdis) di Taman Kantor Rasuna telah dipasang oleh garis polisi.

"Jika pada hari Kamis, 31 Januari 2019 saksi Afiat Strong mengetahui ruang kantor PT Liga Indonesia di Taman Rasuna [ROP] DO-07 di Jalan Taman Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan, saluran polisi dipasang dan disampaikan kepada terdakwa melalui aplikasi Whatsapp dari nomor ponsel dengan isi yang pada dasarnya kantor ROP dikunjungi oleh polisi dan terdakwa menjawab melalui nomor teleponnya, terdakwa yang kedalaman kehadirannya terkait dengan Komisi Disiplin [Komdis], "Kata Jaksa Penuntut Umum, Sigit Hendardi, saat membacakan tuduhan umum pada sidang pertama, Senin (6/5) kemarin.
Kemudian Mus Muliadi bersama Mardani Mogot bekerja melalui kantor Komdis PSSI yang telah digariskan oleh polisi atas perintah Hakim. Keduanya menyelamatkan CCTV, dokumen, dan laptop dengan driver, untuk sesaat Salim berusaha menyelamatkan barang itu.
Putusan diputuskan untuk dicurigai sebagai masalah pendapat pencurian dengan pembobotan dan atau menghapus item untuk verifikasi dan / atau menghambat kontrol. Ia diduga melanggar 363 KUHP atau 235 KUHP atau Masalah 233 KUHP atau Masalah 232 KUHP bersamaan dengan 55 ayat (1) KUHP 1 dan diancam dengan 13 tahun sembilan bulan hukuman penjara.
Pos Kelanjutan Sesi Joko Driyono muncul pertama di Berita Hari Ini – Berita Harian Terbaru Terbaru.



Source link

Related posts

Leave a Comment